Sejumlah menteri luar negeri dari seluruh dunia sedang ngobrol pada kesempatan lunch (Indonesa belum ikut soale konferensinya belum selesai). Di tengah pembicaraan ponsel peserta dari Jerman berdering. Lalu Si Jerman menempelkan ibu jari dan kelingkingnya di telinga trus ngobrol seperti sedang menerima telpon. Peserta yang lain heran, selesai nelpon dia menerangkan.
Jerman : Heran, ya? Di negara kami dah gak ada lagi ponsel biasa. Kami menanamkan semacam microchip di jempol dan kelingking untuk bertelepon.
Jepang : Oh, klo di negara kami gak begitu. Cukup memijit ujung telinga dah bisa komunikasi jadi gak repot lagi.
Perancis : Klo kami diletakkan di bibir, tinggal gigit bibir untuk mengaktifkan dah langsung ngobrol, deh!
Tiba-tiba peserta dari Malesa meninggalkan meja dan terbirit-birit ke belakang. Peserta lain heran lalu mengikuti ke belakang. Tampak Si Malesa sedang jongkok sambil megangi celananya.
Jepang : Wah, ngapain Anda di situ?
Malesa : Sedang terima fax……. (sambil tersenyum bangga tapi dikit malu)
Ha….ha….
Lha kok ngguyu dhewe?
Ada yg janggal kayaknya. Aslinya bukankah Indon dan bukan Malesa? Hehehe… Tapi gapapa kok.
(** Kabur **)
STOP! Mentertawakan negeri sendiri or menjadikan negri sendiri obyek lelucon. Setuju?